23 February 2012

RSS Facebook Twitter Linkedin Digg Yahoo Delicious

Ruang Baru Rp20 M DPR Diusulkan Jadi Museum

Written by  Maharani
Rate this item
(0 votes)

JAKARTA- Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengusulkan agar ruang rapat baru Banggar dijadikan museum, ketimbang digunakan oleh para anggota dewan tanpa restu rakyat.

“Kita jadikan museum saja. Jadi generasi yang akan datang bisa lihat, ‘Ini loh, DPR dulu pernah bikin ruangan Rp20miliar.’ Jadi tidak apa-apa dijadikan museum, museum demokrasi,” ujar Taufik di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 18 Januari 2012.

Taufik yakin, tak akan ada anggota fraksi mana pun yang berani menggunakan ruangan baru Banggar, apabila memang ditemukan ada penyimpangan dalam proyek renovasinya yang telah menelan anggaran hingga Rp20miliar itu.

Sekjen PAN itu juga mendukung bila pihak berwenang hendak menelusuri proyek renovasi ruang Banggar itu. “Kita beri kesempatan BK (Badan Kehormatan), BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), yang mulai bekerja hari ini. Beri waktu dan ruang independen bagi BK dan BPKP. Jangan sampai ada opini berkembang yang mempengaruhi BK dan BPKP,” kata Taufik.

Ia menambahkan, polemik tentang proyek renovasi dan pembangunan di DPR yang menuai kecaman publik ini harus menjadi pelajaran bagi DPR. “Setiap pejabat publik harus berhati-hati dalam menggunakan uang rakyat yang otomatis uang APBN. Harapan kami, ada hikmah buat DPR,” ucapnya.

Taufik berharap, semangat perbaikan itu tak hanya dilakukan oleh DPR saja, melainkan juga lembaga negara lain. “Lebih baik ini tidak hanya berhenti di DPR. Lembaga negara yang lain juga harus punya semangat penghematan, efisiensi, dan transparansi kepada publik,” kata dia.

Dengan demikian, menurut Taufik, sorotan terkait proyek pembangunan dan renovasi tidak hanya ditujukan kepada DPR semata. “Jadi jangan cuma DPR. Bagaimana dengan renovasi di lembaga pemerintahan, kementerian, dan lembaga tinggi lain?” kata Taufik bertanya balik.

 

Sumber: www.vivanews.com

Last modified on Wednesday, 18 January 2012 08:16