Pengacara Ratko Mladic meminta waktu lebih lama guna mempelajari sejumlah bukti.
Persidangan terhadap tersangka pelaku kejahatan perang, mantan komandan pasukan Serbia Bosnia, Jenderal Ratko Mladic ditunda karena ingin memberikan kesempatan kepada pengacaranya untuk mempersiapkan persidangan tersebut.
Persidangan yang seharusnya dijadwalkan mulai berlangsung pada 27 Maret diundur menjadi tanggal 14 Mei mendatang.
Pengacara Jenderal Mladic mengatakan mereka membutuhkan waktu untuk mempelajari ribuan halaman dokumen yang akan menjadi bukti dalam persidangan nanti.
Mladic yang kini berusia 68 tahun sebelumnya dikenai 11 tuduhan terkait kejahatan perang di negara yang dulu bernama Yugoslavia.
Salah satu tuduhan berat yang diarahkan padanya adalah melakukan genosida saat pertikaian antara Bosnia dengan Serbia.
Pada saat terjadi pertikaian antara Serbia dengan Bosnia dia dituduh bertanggung jawab terhadap pembunuhan 7500 pria dewasa dan anak-anak warga Muslim Bosnia pada bulan Juli 1995.
Soal kesehatan
Selain itu Mladic juga dituduh sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap perintah pengepungan kota Sarajevo selama 43 bulan yang berlangsung pada Mei 1992 hingga November 1995.
Namun tuduhan tersebut telah dibantah oleh Jenderal Mladic.
Maldic disidangkan di Mahkamah Internasional, Den Haag, Belanda setelah ditangkap di setahun lalu.
Dia sempat menjadi buron dan bersmbunyi di sejumlah lokasi selama enam belas tahun.
Karena alasan kesehatan pengadilan kemudian mengurangi jumlah kasus kejahatan yang yang diarahkan kepada Mladic.
Permintaan ini telah dikabulkan oleh Jaksa Penuntut Umum, mereka mengurangi jumlah kejahatan yang diarahkan kepada Mladic dari 196 menjadi 106 kasus.
Sebelumnya dalam persidangan kasus kejahatan perang di bekas negara Yugoslavia itu, tersangka lainnya yang juga merupakan mantan Presiden Yugoslavia, Slobodan Milosevic tewas dalam tahanan saat menjalani persidangan di Den Haag, Belanda pada tahun 2006 lalu akibat kondisi kesehatannya yang buruk.










