19 May 2012

RSS Facebook Twitter Linkedin Digg Yahoo Delicious

Jaringan Serat Optik, Indonesia Tak Lagi Andalkan Singapura

Written by  Santo
Rate this item
(0 votes)

 

JAKARTA: Indonesia kini tidak lagi mengandalkan Singapura sebagai penghubung jaringan serat optik untuk layanan telekomunikasi, khususnya data dengan selesainya jaringan kabel bawah laut Batam-Dumai-Melaka (BDM).

Pembangunan konstruksi jaringan kabel bawah laut Batam-Dumai-Melaka (BDM) yang menghubungkan Indonesia dengan Malaysia secara langsung telah rampung.

Proyek ini merupakan kerja sama antara PT XL Axiata Tbk dan Telekom Malaysia Berhad serta PT Mora Telematika Indonesia.

Senior VP Business Strategy & Partnership XL Johnson Chan mengatakan ketersediaan jaringan serat optik sepanjang 400 km ini akan memainkan peranan penting dalam mendorong dan mendukung penyediaan jaringan internasional yang berkualitas seiring dengan terus meningkatnya permintaan layanan data.

"Permintaan layanan data terutama untuk mobile internet berkembang dengan cepat. Pelanggan menuntut akses internet yang lebih baik, lebih cepat, dan bisa diandalkan. Kemitraan XL dengan Telekom Malaysia Berhad dan PT Mora Telematika Indonesia dalam membangun BDM akan mendukung tujuan kami untuk memberikan layanan data yang lebih baik kepada pelanggan," ujarnya, hari ini, Jumat, 30 Desember 2011.

Meningkatnya penyebaran permintaan layanan data di kawasan Asia, termasuk Malaysia dan Indonesia  mendorong adanya peningkatan yang signifikan dalam jumlah pengguna broadband dan layanan e-commerce menjadikan layanan jasa telekomunikasi tetap tumbuh dengan baik.

Sistem jaringan ini juga akan menyediakan interkoneksi dengan sistem jaringan utama yang menghubungkan Eropa, Amerika, Afrika, dan bagian lain di Asia melalui Malaysia.

Perjanjian kerja sama untuk konstruksi jaringan kabel bawah laut dan maintenance ini secara resmi telah ditandatangani bersama antara Telekom Malaysia Berhad, PT Mora Telematika Indonesia, dan PT XL Axiata Tbk pada Februari 2011 lalu di Kuala Lumpur, dengan nilai investasi sekitar US$7 juta. Pembangunan sistem kabel bawah laut ini, juga didukung oleh Huawei Marine Network (HMN) sebagai mitra teknologi.

Sistem kabel BDM terdiri dari 2 pasang serat yang dirancang untuk menyediakan setidaknya 1,28 Tbps, dengan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing, (DWDM) dan memiliki kemudahan untuk dapat dilakukan upgrade.

BDM menghubungkan kedua negara dengan dua rute, yaitu Melaka-Batam dan Dumai-Melaka. Landing station di Malaysia disediakan oleh Telekom Malaysia, dan dua lainnya berada di di Indonesia oleh XL. (ln)

 

 

Oleh Gloria Natalia & Fita Indah Maulani

sumber: bisnisindonesia.com

 

 

Last modified on Friday, 06 January 2012 09:51